<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>A Practicing NLP Practitioner &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://praktisinlp.info/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://praktisinlp.info</link>
	<description>International Certification by Victory Access International</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Mar 2010 06:54:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>&#8221;  MENGAPA ORANG  INGIN  PEMBINAAN (COACHING)???  &#8221; 1.</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2010/03/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2010/03/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Mar 2010 06:54:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Q Dazal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/2010/03/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak Orang-orang datang untuk mengikuti suatu Pembinaan dengan berbagai banyak alasan yang berbeda, tapi terkadang selalu sering terjadi ketidak cocokan setelah mengikuti Pelatihan. antara Teori dan kenyataan, Kadang-kadang disonansinya adalah sangat sedikit sekali. Mengapa sering terjadi hal demikian seperti itu?, Kemungkinan sebagian besar pesertanya belum begitu Tahu secara jelas dan Rinci apa yang dibutuhkan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak Orang-orang datang untuk mengikuti  suatu Pembinaan dengan berbagai banyak alasan yang berbeda, tapi  terkadang selalu sering terjadi ketidak cocokan setelah mengikuti Pelatihan.<br />
antara Teori  dan kenyataan, Kadang-kadang disonansinya adalah sangat  sedikit sekali.                            Mengapa sering terjadi hal demikian seperti itu?, Kemungkinan sebagian besar pesertanya belum begitu Tahu secara jelas dan Rinci apa yang dibutuhkan dalam Pembinaan Pengembangan Dirinya,<br />
1.	Mungkin dalam suatu Pembinaan yang tidak lengkap, hanya dalam penyampaian Teorinya saja dalam satu atau dua sesi. Ini biasanya  sering dilakukan oleh seorang  Presenter ( Pembawa Acara ) dengan perlengkapan seperti :  LCD, laptop, OHP dan lain sebagainya, dimana tugasnya hanya menyampaikan teori-teorinya saja tentang cara-cara  keterampilan pengembangan Diri. sampai peserta TAHU tentang  cara Pengembangan Diri,. Sehingga para peserta sekedar hanya sampai TAHU saja, akan dasar-dasar dari Sumber Daya Manusia (Self Skills) yang dimilikinya.<br />
2.	Kemudian di sesi berikutnya adalah tugas dari Pelatih (Trainer)  dengan perlengkapan mungkin hanya membutuhkan Spidol besar dan kertas buram besar dipapan tulis atau mungkin White board untuk memberikan contoh latihan-latihan yang akan dilakukan oleh para pesertanya. Dengan masing-masing  peserta tahu apa yang akan dilatih pada dirinya sendiri. Dimana sang Pelatih memberikan petunjuk kepada masing-masing peserta apa-apa saja yang perlu dilatih, oleh masing-masing pesertanya yang sesuai  dengan kebutuhan para peserta itu sendiri. Hingga para pesertanya Mengerti apa yang perlu dilatih pada Self Skillnya sendiri dalam pengembangan Diri yang dibutuhkannya.<br />
3.	Setelah itu barulah dibutuhkan seorang Coach dalam mendampingi nya setelah peserta mampu melatih dirinya sendiri, hingga dapat menguasi ketrampilannya masing-masing sampai Paham dan Tahu akan Manfaat dari  Sumber Daya yang dimilikinya. Dimana Tugas dari seorang Coach adalah memberikan suatu BIMBINGAN kepada peserta yang sudah mampu melatih diri dalam Pengembangan Self Skillnya ,dengan jalan berdiskusi tentang apa-apa yang telah dilakukan oleh peserta dengan melihat hasil perkembangan dari para pesertanya.  Dan memberikan laporan-laporan hasil analisa dari  pelatihan-pelatihan yang dilakukan para peserta.<br />
COACHING membantu orang untuk mengambil arah baru, dan untuk dapat mengambil langkah-langkah menuju kebahagiaan, Dimana bukan untuk menjalankan  kenyamanan di tempat yang sama, sehinga tidak ada suatu peningkatan Pengembangan Dirinya yang lebih. Sebab seseorang yang merasa nyaman, itu biasanya sulit untuk dapat mengembangkan Dirinya, hanya orang-orang yang merasa tidak nyamanlah yang akan mampu mengembangkan Dirinya, dengan suatu Pembinaan yang tepat oleh Seorang Coach yang  mengerti dan paham akan Pengembangan Diri dari  SUMBER DAYA MANUSIA  yang ada.<br />
PEMBINAAN semacam apakah yang dibutuhkan oleh seseorang?,  hingga dapat mengembangkan Dirinya menjadi lebih baik dan nyaman didalam kehidupannya?.  Dengan jalan hanya mengikuti suatu Pembinaan pada :<br />
1.	Hanya sampai TAHU sajakah?, tentang  SUMBER DAYA MANUSIA  dengan mengikuti Penyampaian dari seorang PRESENTER  saja, yaitu yang disebut hanya METODE nya saja?<br />
2.	Sampai Mengerti sajakah?, tentang SUMBER DAYA MANUSIA  dengan mengikuti Pelatihan dari seorang TRAINER  saja, yaitu yang disebut TEHNIK  nya saja?<br />
3.	ATAU hingga dapat Memahami  dan TAHU akan Manfaat dari SUMBER DAYA MANUSIA yang dimilikinya dengan didampingi oleh seorang COACH, yaitu yang disebut ATITUDE. Sehingga MAMPU menjadi COACH atas DIRInya sendiri, dalam artian dia mampu menguasi Sumber Daya yang dimilikinya hingga menjadi PERSONAL MASTERY atas dirinya,<br />
Dia akan MAMPU menciptakan METODE dan TEKNIK sendiri hasil dari PERSONAL MASTERY yang telah dilatihnya menghasilkan PERSONAL POWER, hingga terlatih menjadi MAHIR akan Sumber Daya yang dimilikinya.<br />
Seumpama seseorang mebutuhkan cara untuk dapat membangun USAHA, maka orang itu BUTUH seorang KONSULATAN, sebab KONSULTAN lah yang akan memberi TAHU cara-caranya mendirikan suatu USAHA dan lain2nya, dan KONSULTAN  itu pulah yang  akan menjadi (HERO) Pahlawannya.<br />
Sedangkan dalam suatu PERUSAHAAN, itu membutuhkan seorang COACH, dalam Pembinaan Sumber Daya Manusia didalam Perusahaan itu, dan dimana yang menjadi  (HERO) Pahlawannya adalah Perusahaan itu sendiri , telah mampu memperdayakan Sumber Daya Manusianya di Pimpin oleh seorang MANAGER yang sudah jadi COACH dalam Perusahaan itu.<br />
Jawabannya dari MENGAPA?, itu adalah disebabkan banyak yang TAHU namanya SUMBER DAYA MANUSIA, sayangnya tidak banyak yang mau ( TAHU DIRI ) KENAL dan MENGENALI serta MENGGALI  SUMBER DAYA yang Dimiliknya berupa MODALITIES dan SUB-MODALITIES.                   Itulah sesungguhnya aku sebagai “COACHMAN (KUSIR DELMAN)” yang  hanya mementingkan agar dapat muatan untuk DAPURku TETAP NGEBUL, dengan jalan menulis  yang menurutku tidak karuan ini. Dengan HARAPAN dapat mengeluarkan SERTIPIKAT pernah NAIK DELMAN ku.( COACHMAN ) itulah aku sebagai manusai terbodoh dan dungu di aAam Dunia ini. sebagai Kusir Delam bila dan penumpang yang Cantik aki pantatin sednag panta kuda aku hadapin terus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2010/03/mengapa-orang-ingin-pembinaan-coaching-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKIBAT dari ANTI BIOTIK (THERAPHY dibawah sadar).membuat guwe ngurut dade dlm ati ” Astagfirullah”.</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2010/01/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2010/01/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jan 2010 04:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Q Dazal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/2010/01/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini benar- benar terjadi dan sering dialami para pasien yang menjadi imum akibat anti biotik yamg dilakukan oleh para Therapy dibawah sadar, Dimana kejadian ini sering dijumpai dibeberapa kota di Indonesia ini.dimana guwe temuin baru-baru ini di kota guwe yang kebetulan tetangganya dateng menceritakannya ke guwe. Seorang Anak lelaki usia 14 tahun mengalami kelainan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah ini benar- benar terjadi dan sering dialami para pasien yang menjadi imum akibat anti biotik yamg dilakukan oleh para Therapy dibawah sadar, Dimana kejadian ini sering dijumpai dibeberapa kota di Indonesia ini.dimana guwe temuin baru-baru ini di kota guwe yang kebetulan tetangganya dateng menceritakannya ke guwe.<br />
Seorang Anak lelaki usia 14 tahun mengalami kelainan jiwa dengan berperilaku aneh bila disekolahnya, Ia sering memukuli teman-temannya dengan berkata kamu kaya Papah saya, bahkan ada guru yang dibencinya dan pernah dilempar batu sambil menjerit  berkata kamu sama dengan Papah.<br />
Ternyata Ibunyapun menderita depresi yang terkadang dirumahpun sering mengamuk tidak karuan dengan menghancurkan peralatan rumah tangga.<br />
Singkat cerita si Ibu dan putranya pindah kota mencari ketenangan dan sekolah untuk putranya. Ternyata baru beberapa bulan sekolah penyakitnya kambuh agak parah disebabkan disekolah itu banyak Bapak-bapak yang mengajarnya. Dan teman-temannya pun kena sasaran amukannya, dan si Ibupun mengalami penderitaan stres yang lebih parah ketika kumatnya datang. Sehingga para tetangganyapun ikut repot mengurusnya.<br />
Setelah diselidiki si Ibu dan Putranya itu di kota yang lama telah ditherapy bahkan dirawat oleh Dokter spesialis jiwa. Yang katanya telah diobati menggunakan terapy bandul. Yang ahirnya diambil kesimpulan Harus diungsikan ke kota lain dengan alasan sang penyebab masalah masih berada  dekat dalam lingkungan kotanya.<br />
Dikota yang barupun tak ada satupun para Therapy bahkan para Dukun dan Paranormal  tak mampu mengobatinya. Sehingga hanya dibekali Obat Penenang saja yang berakibat si Ibu dan Putranya selalu membawa Obat Penenang itu kemana-mana, Untung tak diraihnya dan Malangpun tak dapat ditolaknya dan Ujung &#8211; ujungnya sepakat menyatakan sering  KEMASUKAN ARWAH SYETAN sehingga ketika ngamuk perlu Dipasung lalu diberi Obat penenang, Itulah kesimpulan  cerita yang didapatnya. Menurut cerita keluarga terdekatnya dan para tetangga yang simpati kepadanya.<br />
Dari beberapa kejadian yang sering  guwe temuin, timbul beberapa Pertanyaan dan Pernyataan :<br />
1.	Kenapa Masih bayak yang belum mau menyadari sebagai Therapis bawah sadar untuk mempelajari Ilmu  pengobotan yang benar – benar menyembukan dan bukan Berbangga dengan hanya sekedar Menghilangkan Rasa Sakitnya saja?.<br />
2.	Ingat  bahwa BANGSA yang BESAR adalah Bangsa yang Mengenal Sejarah BANGSANYA.<br />
3.	ILMU pengobatan NENEK MOYANG BANGSA Indonesia Sungguh Luar Biasa Hebatnya.lalu KENAPA Berbangga dengan ILMU TEMPEL KOYO dan Obat Penghilang Rasa Sakitnya saja ( ANTI BIOTIK).<br />
4.	Sadarkah sebagai Therapis mengalami penderitaan Stres yang sama dengan para penderita Stes?????., sehingga dengan berbagai Cara saling Memamerkan Diri tak ubahnya sebagai Penjual Kecap No 1 diDUNIA, dan tak ubahnya penjual Obat di  Kaki Lima.<br />
5.	Sadarkah dengan Ilmu Tempel Koyo itu banyak penderita stres ingin menguasi Ilmu itu untuk digunakan  bukan pada tempatnya yaitu untuk memperdaya Orang lain agar mau nurut  pada kemaunnya.<br />
6.	Bila benar menjadi seorang Therapis maka tak perlu MENGIKLAN DIRI,lihat para pemegang Ilmu Kesehatan ( DOKTER) tidak beriklan. Sebab bila mengiklankan Diri itu tandanya MENDERITA STRES akan ke AKU an DIRI ingin diHARGAI dan diKenal.<br />
7.	SADARLAH BAHWA ILMU PENGOBATAN dari NENEK MOYANG banyak dipelajari oleh pakar-pakar Ilmu orang luar Negri.<br />
8.	Galilah SUMBER DAYA  yang Dimiliki Pemberian Tuhan agar menjadi Potensi melalu mendalami Kitab-Kitab ALLAH yang 4, maka akan menemukan cara-cara Penyembuhan yang Luar Biasa.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2010/01/akibat-dari-anti-biotik-theraphy-dibawah-sadar-membuat-guwe-ngurut-dade-dlm-ati-%e2%80%9d-astagfirullah%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERDEBATTAN  COUCHMAN ( Tukang Delman/Kusir ) sama Diri sendiri :</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2009/12/perdebattan-couchman-tukang-delmankusir-sama-diri-sendiri/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2009/12/perdebattan-couchman-tukang-delmankusir-sama-diri-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Dec 2009 10:13:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Q Dazal</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/2009/12/perdebattan-couchman-tukang-delmankusir-sama-diri-sendiri/</guid>
		<description><![CDATA[Pepesan kosong yang diributtin alias debat kusir yang aku lakukan pada diriku sendiri: - ( Ankomin ) : Hai Pung!!! Luh tuh mestinya buru-buru segera sadar knapa siiiih!!!! Elu tuh dikeadaan sekarang ( present state ) ini musti hidup di alam yang nyata (realita ) dong!!! Masa lu kagak sadar-sadar siiiiiih. Kan Elu punya Sumber [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pepesan kosong  yang diributtin alias debat kusir yang aku lakukan pada diriku sendiri:</p>
<p>-   ( Ankomin ) : Hai  Pung!!!  Luh tuh mestinya buru-buru segera sadar knapa siiiih!!!! Elu tuh dikeadaan sekarang ( present state ) ini musti hidup di alam yang nyata (realita ) dong!!!  Masa lu kagak sadar-sadar siiiiiih. Kan Elu punya  Sumber Daya-sumber daya yang sudah dipinjemin gratis dari Tuhan!! tanpa agunan lagi!,  masaa lu pake buat menggapai keinginan ( desired state )lu! pake fatamorgana siiiiiiiiih?</p>
<p>-  ( Soekomin ) : iyeee Pung !!!! dengerin tuh omonganya Kang Ankomin!!! Kite sadar buru-buru  hayo aHHH!!.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung )  : jawabnya,   Eeeeeh Bang Soe! Lu tuh! jangan bermuka dua dong!.ngebebalin Bang An! Lu yah sekarang!!!, mane buktinya guwe hidup pake fatamorgana???, aah dasar so tau lu aah! Lu berdua kan sudah pada tau?!! Akan keadaan guwe sekarang!! Nyata kooK!!!</p>
<p>-  ( Soekomin ) : Eeeeeeh ! jangan ngotot  gitu knapa siiiih, Saya tidak bermuka dua!.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : aaah lu Bang! Elu yang suka ngasih tau guwe, lu juga yang nyuruh,kadang-kadang Elu maksa lagi, mentang-mentang  Elu punya pengalaman.</p>
<p>-  ( Soekomin ) : iiiih! kan lu jugaa, yang minta petunjuk ke Saya, lu juga yang minta Saya yang ambil keputusan buat lu!.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : “dengan nada bingung”, bertanya-tanyalah ; Terus maksudnya Bang An ngomong Present State sama Disired State tuh apa???.</p>
<p>-  ( Soekomin ) : maksudnya, cara elu memandang ( represent ) dunia ini. dengan kenyataan, bukan dibuat  FATAMORGANA.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : looo kan! “The Map is Not The Territory” , kata Eyang “Alfred Korzybski”. Benerkan !, jadi gimane guwe aja dong !,cara memandang DUNIA ini.</p>
<p>-  ( Soekomin ) : “dengan kebawa emosi” ,ngomonglah ; BENER!!!! Apa yang dikatakan Eyang  Alfred Korzybski itu!, Eluu! itu kebanyakan ngapal teori sih! jadi salah mengaplikasikan dalam kehidupan, Elu tau  kagak sih?&#8230; udah aah!! Ngomong ama lu mah tidak ada habis-habisnya.    Bang An!! giliran Bang An yang ngomongin deeeh!</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : sambil menggerutu, Huh dasar !!! mentang-mentang Elu punya pengalaman. Ngomong deeh!! Bang An!!?, “sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal!”, dengan suara pelan berbicara;  Ngomong deh Bang An, guwe mau Denger!!.</p>
<p>-  ( Ankomin ) : Bener nih Pung?, “dengan suara pelannya”.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : “dengan suara gemasnya menjawab” ; BeneeR.</p>
<p>-  ( Ankomin ) :Nah tolong dengerin ya, jangan dipotong omongan Aku !! : ketika Elu memandang  ( represent ) dunia ini, eLu gunain teorinya Eyang  “Alfred” itu Salah penerapannya. Sehingga lu kaya gini sekarang!!, akibat dari Sumber Daya yang Elu punyai itu, Elu tidak gunain sebagaimana mestinya yang Tuhan kasih ke elu!!.Elu tau bahwa “The Map is not The Territory” itu, Bahwa peta tidak sama dengan wilayah yang sebenernya. Nah disini Elu  salah menerapkan teori itu, sehingga lu punya karakter merusak dirilu Sendiri&#8230;&#8230;.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : “Nyeletuk protes!!”, Ngerusak gimana??!, Emang karakter guwe begini kok!!!, sudah dari Sananya kok&#8230;..</p>
<p>-  ( Ankomin ) : “aduuuuh Pung!, dengan suara pelannya“; Pung! maafkan Aku,.. pleaseee&#8230;deeh!!!, dengerin dulu dan jangan dipotong  Yaaa!!!</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) ; “baiklah Bang An dengan suara lirihnya”; Maafin Pupung juga ya! Bang An!!,  ya silahkan deh terusin ngomongnya, Pupung berjanji Deeh!.</p>
<p>-  ( Ankomin ) : “dengan bijaksananya menjawab” : yaa Pung!,  sekarang coba dengerin yaa!,  naah!! karakter lu yang rusak itu contohnya jangan jauh-jauh deh!. Ingat Tidak!!, ketika lu Membaca tulisan diKoran!!, surat dari temen Elu waktu itu?, inget  tidak Elu marah-marah (Kinestetik), membaca  tulisan yang lu baca!!, Elu ngomong sakit Hati (Kinestetik ) baca tulisan itu yaa!, Naah! lu sadar tidak siiiih, lalu apa Hubungannya tulisan (Visual) itu sama Perasaan (Kinestetik) sakit hati Elu haaHH!!!,  Naah itulah yang Aku maksud, bahwa Elu salah menggunakan teori dalam Mengaplikasikan di kehidupanlu. Elu!! hidup tidak menggunakan kenyataan yang nyata (tidak realita), Elu gunakan Fatamorgana itu!!, jadi kenyataan (Visual) yang sesungguhnya. Elu tau kan!, itu tulisan yang nyata berupa tulisan!!. Kok kenapa Elu lihat (Visual) dengan memandang (Represent) nya berupa sebuah benda nyata yang membuat Perasaan (Kinestetik) luka hati Elu. Emangnya tulisan itu!! sebuah pisau yang tajam apaa??!!, yang membuat  Perasaan (Kinestetik) Elu luka hati???, kan bukaan pisau!!!  Tulisan! ya tulisan!, bukannya pisau tajam kaan!, Naah! itulah yang Aku sebut bahwa Elu hidup dengan Fatamorgana,bukan dengan kenyataan(Visual) yang nyata. Naaah itu siiih!!,agak mendinganlah masih kelihatan!, itu secara penglihatan (Visual) masih terlihat.  Yang membuat Aku tidak habis-habisnya berpikir (VA), tentang karakter Elu yang satu lagi. Yang membuat karakter Elu rusak tidak karuan itu!!,Ingat tidak siiih! Waktu Elu denger suara (Auditori) alias omongan orang  yang  kedenger (Auditori) sama Elu?. padahal  suara (Auditori) itu tidak kelihatan (Visual) sama sekali, dan tidak mungkin itu jadi berupa gambar (Visual). Inilah yang membuat tidak habis-habisnya  Aku berpikir (VA)tentang  cara Elu lakukan merusak karakter diri sendiri?. Kenapa yaa!, Elu ngomong, bahwa Perasaan (Kinestetik) Elu sakit hati mendengar omongan (Auditori) itu?. Itulah yang Aku sebut; Bahwa Elu menggunakan Fatamorgana itu sebuah kenyataan (Visual) yang nyata. Bukanlah suara (Auditori) itu sebuah linggis yang merusak kuping Elu! sampai tembus ke Perasaan (Kinestetik) hati jadi Luka dan Sakit.  Naah itulah Elu merusak Karakter diri sendiri, yang Elu anggap Suara/Omongan (Auditori) itu yang Elu anggap Linggis. Eeeee Sadar kenapa!! Siiiih suara (Auditori) itu ya tetap suara (Auditori) bukannya linggis tauuuuuu!!. Inilah dia, Elu hidup menggunakan FATAMORGANA yang membuat Karakter Elu Rusak.dengan cara Elu memandang (represent) supaya punya Harga diri,supaya diHargai, supaya diakui Kepintaran Elu. Itu menggunakan cara memandang (represent)  yang salah serta tidak ada gunanya dan juga bahkan tidak bermanfaat untuk diri  Elu sendiri dan untuk orang lain&#8230;.<br />
Nah! cobalah Elu sadar Sekarang, bahwa Tuhan sudah memberikan Sumber Daya yaitu berupa VAKOG. Cobalah Elu gali dan kembangkan salah satu diantaranya.misalnya Elu punya Penglihatan (Visual), kalau Elu kembangkan dan dilatih itu akan menjadikan karakter Elu hebat dan mempunyai pengahasilan cukup besar, yaaaah kecil-kecilannya Elu jadi seorang Photografher berkarakter kek?, atau jadi seorang Disaigner berkarakter dan banyak pilihan lainnya. Jangan seperti sekarang ini, Elu punya penglihatan (Visual) melihat Tulisan Elu anggap pisau yang menusuk Perasaan (Kinestetik) hati Elu jadi Sakit. Dan juga Elu punya Suara (Auditori), kalau Elu dikembangkan dan dilatih itu akan menjadikan karakter Elu hebat dan juga bakal punya pengahasilan yang besar juga. Setidak-tidaknya Pembawa Acara, ya boleh juga jadi Penyanyi yang mempunyai Karakter sebagai Penyanyi. Yaaaa sekarang Elu punya Karakter tidak karuan Bentuknya,habisnya!!&#8230;.kalau ada suara/omongan (Auditori) Elu anggap Linggis yang membuat Perasaan (Kinestetik) sakit Hati.<br />
Udah aah!! Aku ngantuk berdebat kusir sama Elu!!, coba saja deh Elu minta petunjuk sama para Pelatih-pelatih Manusia  atau sama Master-master  Pelatih nya  Manusia,masalah VAKOG  itu inti dari pembentukan Karakter Manusia atau dari mana ngebentuknya????, Aku yaqin kok! Beliau-beliau itu mau memberikan bimbingan serta penjelasan yang sejelas-jelasnya buat Elu,asal muasal dan inti dari pembentukan KARAKTER MANUSIA.</p>
<p>-  ( Komin/Pupung ) : yaaaaah teman- teman dan saudar-saudaraku!!!! Jadi bagaimana niiiiiiiiiih!!!! “Perdebattan Couchman ini selanjutnya”????????.</p>
<p>Pelakon dongeng dalam “PERDEBATTAN COUCHMAN (Tukang Delman/Kusir)” diperankan oleh para pelakon :</p>
<p>-	peran Ankomin itu diperankan oleh Un Concius Mind.<br />
-	peran Soekomin itu diperankan oleh Sub Concius Mind.<br />
-	peran Komin itu diperankan oleh Concius Mind/PupungSB.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2009/12/perdebattan-couchman-tukang-delmankusir-sama-diri-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reframing by Al-Fatikhah (4)</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2009/10/reframing-by-al-fatikhah-4/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2009/10/reframing-by-al-fatikhah-4/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 01:39:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Latief, Novel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[Maliki yaumiddin Yang merajai Hari Pembalasan Yaumiddin artinya hari pembalasan, yaitu kehidupan akhirat. Jika kita mengartikan kehidupan dunia sebagai masa untuk menyemai atau menanam, maka kehidupan akhirat adalah masa untuk menuai atau memanen. Yaumiddin adalah kehidupan akhirat, sebagai masa untuk memanen apa yang kita tanam dalam kehidupan dunia kita. Jika amal kebajikan yang kita tanam, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><em>Maliki yaumiddin</em></strong></p>
<p style="text-align: left;">Yang merajai Hari Pembalasan</p>
<p><em>Yaumiddin</em> artinya hari pembalasan, yaitu kehidupan akhirat. Jika kita mengartikan kehidupan dunia sebagai masa untuk menyemai atau menanam, maka kehidupan akhirat adalah masa untuk menuai atau memanen.</p>
<p><em>Yaumiddin</em> adalah kehidupan akhirat, sebagai masa untuk memanen apa yang kita tanam dalam kehidupan dunia kita. Jika amal kebajikan yang kita tanam, maka buah kebajikan pula yang akan kita panen. Jika amal kebajikan yang kita tanam maka buah kebajikan pula yang akan kita panen. Jika amal keburukan yang kita tanam, buah keburukan pula yang akan kita panen. Dan hasil panen tersebut akan kita nikmati selamanya.<span id="more-201"></span></p>
<p>Dalam perspektif dunia, kita bisa pahami tentang masa kini sebagai masa untuk menanam dan masa mendatang sebagai masa untuk memanen. Agar kita bisa memanen buah kebajikan di masa mendatang, kita harus menanam perbuatan baik di masa sekarang. Waktu yang benar-benar kita miliki adalah masa kini atau saat sekarang. Bagaimana kita memanfaatkan waktu sekarang ini untuk menanam dengan melakukan suatu kebajikan, atau perbuatan baik dengan harapan kita akan memanen buah kebajikan di masa mendatang. Saat ini perlu melakukan suatu usaha, ihtiar dengan bekerja keras, bekerja cerdas dan bekerja ihlash sehingga kelak kita bisa menuai hasil seperti yang kita inginkan yaitu kesuksesan.</p>
<p>Jika kehidupan di dunia ini adalah masa kini dan kehidupan akhirat adalah masa mendatang, tentu sebagai manusia yang percaya kehidupan akhirat, kita perlu memperbaiki perbuatan atau amalan kita. Amalan yang terbaik adalah amalan yang sesuai dengan aturan atau ketetapan Allah dalam Kitab Suci Al-Quran dan Sunah Rasulullah, yang dilakukan dengan niat mencari keridloan Allah dan dilaksanakan dengan tulus ihlas.  Inilah yang perlu kita pahami tentang <em>yaumiddin </em>yang mengingatkan pada kita semua, untuk mengevaluasi perbuatan kita di dunia ini. Dan yang perlu kita tancapkan dalam hati yang terdalam bahwa yang menguasai hari pembalasan adalah Allah swt.</p>
<p><em>Maliki yaumiddin</em> artinya Allahlah yang menguasai hari pembalasan. Dialah Allah yang Maha adil, Maha teliti, Maha matematis juga Maha rahman dan rahim.</p>
<p>Pembaca, sekarang coba renungkan kembali berapa usia kita hari ini? 20 … 30 … 40 … 50 … atau 60 tahun? Coba kurangi dengan usia akil baligh kita misalnya 12 tahun. Berarti sebanyak itulah masa usia kita yang akan dipertanggung jawabkan pada Allah swt, jika tiba-tiba Dia mencabut nyawa kita. Cobalah hitung dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan? Bagaimana kewajiban sholat yang kita tidak lakukan? Hitung pula berapa perbuatan kita yang telah menyakiti orang lain, menyakiti saudara kita, keluarga kita atau bahkan orang tua kita? Bandingkan dengan amal kebaikan kita, amal ketaqwaan yang kita lakukan dengan ihlas. Bagaimana? Ya … barangkali memang lebih banyakhitungan amal kemaksiatan dalam kehidupan kita dan itulah kelak yang akan kita panen.</p>
<p>Jika kita menyadari tentang dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan itu, segeralah beristighfar dan bertaubat kepada Allah sebelum maut benar-benar menjemput kita. Lakukan taubat dengan sungguh-sungguh. Beristighfar, memohon ampun kepada Allah dan berjanji dalam hati untuk tidak lagi melakukan perbuatan dosa dan kemaksiatan kembali. Kita harus berkomitmen pada diri sendiri untuk memperbaiki kwalitas iman kita, meningkatkan peribadatan kita dan senantiasa bertaqorub pada Allah sebagai Raja dan Penguasa di Hari Pembalasan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2009/10/reframing-by-al-fatikhah-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pikiran VS Perasaan</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2008/10/pikiran-vs-perasaan/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2008/10/pikiran-vs-perasaan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:50:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Titisari Anugraheni, Dyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=82</guid>
		<description><![CDATA[Benarkah kita benar-benar dapat membedakan pikiran dan perasaan???? Secara pribadi jujur saya jawab BELUM! Tapi ada sebagian orang yang berpikir (atau merasa?) bahwa pikiran dan perasaan mudah sekali dibedakan. Lebih aneh lagi ketika mereka bilang bahwa membedakan pikiran dan perasaan dapat dilakukan berdasarkan pengalaman hidup ^_^™. Emang segampang itu, ya?! Cerita tentang kebingungan saya ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Benarkah kita benar-benar dapat membedakan pikiran dan perasaan????</strong></p>
<p>Secara pribadi jujur saya jawab BELUM! Tapi ada sebagian orang yang berpikir (atau merasa?) bahwa pikiran dan perasaan mudah sekali dibedakan. Lebih aneh lagi ketika mereka bilang bahwa membedakan pikiran dan perasaan dapat dilakukan berdasarkan pengalaman hidup ^_^™. Emang segampang itu, ya?!</p>
<p>Cerita tentang kebingungan saya ini bermula dari sebuah sms. Sms yang berisi protes tentang betapa tidak ber-perasaannya saya terhadap masalah orang lain yang tidak saya share-kan ke dia dan betapa saya hanya mengedepankan pikiran. Dia menganggap bahwa dengan tidak menceritakan masalah salah satu teman kami ke dia, SAYA SUNGGUH SANGAT TIDAK BER-PERASAAN!<span id="more-82"></span></p>
<p>Lha kok gitu, ya? Maksud hati biar si empunya masalah yang cerita sendiri ketika dia butuh, eh saya malah dianggap bersalah karena tidak memakai perasaan dalam hal ini. Saya disuruh pake hati agar lebih wise dalam menghadapi masalah ini.. (emang ada hati yang dapat menyelesaikan masalah,ya? Di mana tu, belinya?! ;p). Emang kodrat cewek HARUS cuma pake PERASAAN, ya? Kok saya selalu ditekankan dan diingatkan untuk selalu ber-PERASAAN (perasaan yang mana,ya?).</p>
<p>Saya mencoba tenang sambil membalas smsnya: Coz mbedain perasaan &#8216;n pikiran tu ga gampang, wong aq yang dah lama belajar ttg itu aja masih brusaha memahami perbedaannya. Ga tau kl orang lain yang bljrny g pake lama. Trus yang buat saya semakin pengen ngekek adalah ketika si teman yang ngakunya sudah dapat membedakan pikiran dan perasaan ini mencoba membuat kesimpulan bahwa <strong>saya tidak berperasaan karena saya belum paham apa perbedaan pikiran dan perasaan</strong>.</p>
<p>Merasa tersindir dengan sms saya, dia membalas:  Emang mbedain kyk gt hrs ada pelajaran khususnya, ya?</p>
<p>Tanpa panjang lebar, saya menutup perang sms ini dengan membalas : Kan q da</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2008/10/pikiran-vs-perasaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reframing by Al-Fatikhah (3)</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2008/10/reframing-by-al-fatikhah-3/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2008/10/reframing-by-al-fatikhah-3/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 06:48:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Latief, Novel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Ayat Kelima Surat Al-Fatihakh berbunyi : Iyyakanaâ€™budu waiyyaka nastaâ€™iin. Artinya Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan. Ayat ini bisa dimaknai sebagai berikut. Iyyakanaâ€™budu (hanya kepadaMulah kami menyembah), merupakan sebuah ikrar, komitmen seorang hamba kepada Sang Kholiq, bahwa Engkaulah ya Allah Tuhan yang aku sembah. Tidak ada tuhan-tuhan lain yang aku sembah. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ayat Kelima Surat Al-Fatihakh berbunyi : <strong><em>Iyyakanaâ€™budu waiyyaka nastaâ€™iin</em></strong>. Artinya Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan. Ayat ini bisa dimaknai sebagai berikut.</p>
<p><strong><em>Iyyakanaâ€™budu</em> </strong>(hanya kepadaMulah kami menyembah), merupakan sebuah ikrar, komitmen seorang hamba kepada Sang Kholiq, bahwa Engkaulah ya Allah Tuhan yang aku sembah. Tidak ada tuhan-tuhan lain yang aku sembah. Aku tidak menyembah para tokoh-tokoh hebat dunia termasuk tidak menyembah para nabi. Aku tidak menyembah makhlukMu. Aku tidak menyembah harta benda, kekayaan materiil dan benda-benda berharga lainnya. Aku tidak menyembah jabatan, kedudukan, maupun status sosial. Aku tidak menyembah matahari, bulan maupun bintang-bintang di angkasa luas. Hanya kepadaMulah ya Allah aku menyembah.<span id="more-80"></span></p>
<p>Inilah komitmen seorang hamba pada Sang Pencipta. Maka terhadap benda-benda di dunia, terhadap makhluk ciptaanNya, terhadap materi dan status sosial yang dicapainya ataupun yang telah dicapai orang lain tidak akan menimbulkan hasrat diri untukterpengaruh, mementingkan ataupun mencintainya. Benda, materi atau status sosial tersebut hanyalah sarana baginya untuk mewujudkan rasa cintanya pada Tuhan. Karena jika dirinya telah mampu mencintai Tuhan, itulah kebahagiaan puncak yang dapat dirasakannya. Dan karena cintanya kepada Tuhan itulah maka akan terpancar rasa cinta dan kasih sayang darinya kepada alam semesta maupun terhadap sesama manusia. Jika dia telah benar-benar mampu memberikan cintanya kepada Tuhan, maka Tuhan pun akan memberikan cintaNya pada sang hamba. Jika Tuhan telah memberikan cinta dan kasih sayang kepada seorang hamba, apalagi sih yang masih perlu diminta??? Tuhan akan mencurahkan keberkahan dan keberlimpahan kepada hamba tersebut.</p>
<p><strong><em>Waiyyakanastaâ€™iin</em></strong> (dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan), juga merupakan bentuk ikrar seorang hamba pada Sang Kholiq. Disamping menyembah hanya kepada Allah, kitapun juga berkomitmen untuk minta pertolongan hanya kepadaNya. Setiap permasalahan yang kita hadapi di dunia ini, hanya kepada Allahlah kita minta pertolongan, kita berserah diri kepadaNya.</p>
<p>Jika kita renungkan, kita bayangkan dan kita rasakan, betapa Tuhan telah berikan pada kita sumber daya (resouce) yang luar biasa pada diri kita. Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory (VACOG) merupakan sumber daya yang bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang kita hadapi atas izinNya. Tubuh yang sempurna dan Ruh Ilahiyah juga telah Allah berikan pada kita. Sehingga sebelum kita berserah diri, kita lakukan suatu usaha, ihtiar dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang telah Allah lengkapi pada diri kita. Jika strategi telah kita buat, teknik dan metode telah kita tetapkan, action pun kita lakukan sesuai trategi dan taktik yang direncanakan. Maka kitapun bertawakal, berserah diri pada Allah untuk memperoleh hasil sesuai dengan sunatullah (hukum alam)Nya. Sesuai dengan hukum sebab akibat. Dan Allah tahu persis apa yang layak kita bisa dapatkan dari usaha yang kita lakukan. Dan itulah result yang terbaik bagi kita menurut Allah. Allah akan memberikan penghargaan atas proses usaha atau ihtiar yang kita lakukan dengan disertai niatan  untuk mendapatkan KeridloanNya.</p>
<p>Dengan demikian seorang hamba yang memahami sepenuhnya makna ayat kelima dari Surat Al-Fatihakh ini akan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimilikinya dengan seoptimal mungkin dan akan menggunakan waktu yang Tuhan berikan padanya seefektif mungkin. Dia manfaatkan semuanya sebagai wujud dari persembahan dirinya kepada Sang Kholiq, pada saat yang sama Sang Kholiq pun menyiapkan solusi setiap permasalahan yang dihadapinya melalui subconsiousnya. Dan jadilah dia seorang hamba yang menikmati kebahagiaan, keberkahan dan keberlimpahannya dalam menjalani kehidupan sebagai wujud dari persembahannya kepada Allah swt. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang mencintaiMU dan yang Engkau cintai. Amin!</p>
<p>Pemaknaan ayat berikutnya, bisa ditunggu pada posting selanjutnya. (Wallahu a&#8217;lam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2008/10/reframing-by-al-fatikhah-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Manusia Kembali</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2008/09/menjadi-manusia-kembali/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2008/09/menjadi-manusia-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 07:35:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Wahyudi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Setiap manusia sudah dianugerahi &#38; diberi potensi yang sama oleh Tuhan sang Pancipta Alam Semesta. Banyak orang yang kurang paham atau kadang tidak mau tahu dengan apa yang mereka miliki. Dalam kehidupan, setiap orang sudah mempunyai tujuan dan impian tersendiri, walaupun kadang masih banyak yang tidak mengetahuinya. Sangat penting jika setiap manusia tahu &#38; mengerti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap manusia sudah dianugerahi &amp; diberi potensi yang sama oleh Tuhan sang Pancipta Alam Semesta. Banyak orang yang kurang paham atau kadang tidak mau tahu dengan apa yang mereka miliki. Dalam kehidupan, setiap orang sudah mempunyai tujuan dan impian tersendiri, walaupun kadang masih banyak yang tidak mengetahuinya. Sangat penting jika setiap manusia tahu &amp; mengerti akan tugas serta tanggung jawabnya mengapa mereka diciptakan. Akan terjadi harmonisasi (Kongruen) antara Manusia dengan Manusia, Manusia dengan Alam, serta Manusia dengan Tuhan.<span id="more-67"></span></p>
<p>Disadari atau tidak, telah terjadi perubahan dalam setiap diri manusia (termasuk yang menulis ini) yang tanpa disadari bahwa saya kok berubah ya ? Sudah sewajarnya bahwa manusia pasti akan berubah &amp; berubah. Tergantung bagaimana perubahan itu mempengaruhi terhadap sikap &amp; tingkah laku dalam kehidupannya. Setiap orang menginginkan hidup lebih baik &amp; lebih baik. Tapi hanya sedikit yang dapat mewujudkannya. Hal itu sangat terlihat dengan NYATA bagaimana perbedaan jumlah manusia yang KAYA dan yang MISKIN. Dalam tataran hidup, banyak kita jumpai orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Meskipun kadang kita tidak tahu ukuran dari MISKIN itu sendiri.</p>
<p>Kadang saya berpikir, mendengar, dan merasakan apa yang salah dengan diri ini. Apa yang telah Allah berikan tidak saya gunakan sebagaimana mestinya. Semua telah tertutup debu dosa yang membuat cermin diri tidak bening lagi. Kalo aku tidak bisa bercermin atas apa yang terjadi selama ini, ke mana aku harus bercermin? Sudah saatnya jiwa dan raga ini dibersihkan secara perlahan dengan air suci bernama Tobat dan Dzikir &#8230;.</p>
<p>Semoga aku dapat menemukan diri secara utuh seperti pertama Allah menciptakan aku. Noda-noda yang tercipta akan kukikis dengan Maaf dan Pengampunan &#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2008/09/menjadi-manusia-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reframing by Al-Fatikhah (2)</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2008/09/reframing-by-al-fatikhah-2/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2008/09/reframing-by-al-fatikhah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 07:31:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abdul Latief, Novel</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana memahami ayat kedua dari S. Al-Fatikhah? Ayat kedua berbunyi : Alhamdulillahi Robbil â€˜alamiin yang dapat diterjemahkan : â€œSegala puji bagi Allah, Tuhan semesta alamâ€œ. Saya akan coba memaknai berdasarkan pemahaman yang pernah saya dapatkan plus eksplorasi sesuai dengan NLP sebagai berikut: Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah) mengandung pengertian bahwa segala pujian atas setiap kejadian, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana memahami ayat kedua dari S. Al-Fatikhah? Ayat kedua berbunyi : <strong><em>Alhamdulillahi Robbil â€˜alamiin</em></strong> yang dapat diterjemahkan : â€œ<em>Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam</em>â€œ. Saya akan coba memaknai berdasarkan pemahaman yang pernah saya dapatkan plus eksplorasi sesuai dengan NLP sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>Alhamdulillah </em></strong>(Segala puji bagi Allah) mengandung pengertian bahwa segala pujian atas setiap kejadian, peristiwa, mahluk di alam semesta yang membuat kita takjub dan melihatnya sebagai sesuatu yang luar biasa, hanyalah layak kita persembahkan kepada Allah. Terwujudnya setiap keinginan, atau penerimaan karunia dan keberlimpahan adalah bersumber dari Allah. <span id="more-65"></span>Potensi sumber daya yang kita gunakan untuk mencapai outcome bersumber dariNya. Seluruh kekuatan dan energi yang kita gunakan untuk melakukan aktivitas mewujudkan setiap outcome juga bersumber dariNya. Udara yang kita hirup dan masuk ke paru-paru kemudian ditransfer ke seluruh sel tubuh kita dan juga menjadi asupan otak kita sehingga bisa bekerja juga bersumber dariNya. Air yang kita minum setiap hari dan juga makanan yang masuk ke dalam perut kita adalah merupakan karuniaNya.</p>
<p>Jika kita menengok lingkungan kita, flora fauna yang tumbuh dan berkembang, sinar matahari dan bumi tempat berpijak bagi makhluk di dunia ini adalah ciptaanNya. Ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan juga berasal darinya. Karena itu setiap detik, setiap menit, setiap waktu kita semestinya bersyukur dan berterima kasih kepadaNya, dan ucapan <strong><em>Alhamdulillah</em></strong> adalah representasi verbal yang kita persembahkan padaNya. Pada saat yang sama hati dan perasaan kita akan merasa betapa bahagianya, Allah telah sediakan seluruh sumber daya diri dan alam semesta ini untuk kita manusia dan kemudian tinggal mengelolanya untuk kemanfaatan seluruh ummat. Kita lakukan semua itu dengan ketulusan hati dan keikhlasan.</p>
<p><strong><em>Robbilâ€™alamiin</em></strong> (Tuhan semesta alam) menegaskan bahwa Allahlah Tuhan semesta alam, yang menciptakan (<em>Al-Kholiq</em>), yang memelihara (<em>Al-Maalik</em>) dan yang memberikan rezeki (<em>Ar-Roziiq</em>) bagi seluruh makhluknya. Pernyataan dan pengakuan akan Allah sebagai Tuhan semesta alam benar-benar kita install dalam subconsious kita, dalam hati yang terdalam. Sehingga menghasilkan getaran (vibrasi) yang dahsyat dan memunculkan energi atau kekuatan yang luar biasa untuk menggerakkan seluruh potensi kita dalam mengabdi pada Sang Ilahi. Dimana dampak pengabdian pada Ilahi ini adalah kemanfaatan bagi orang-orang tercinta, orang tua, suami-istri, anak-anak, tetangga, komunitas dan semua manusia di bumi ini.</p>
<p>Ayat ketiga : <em>Ar-Rahmanir Rahim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)</em>, bisa dimaknai seperti pada tulisan pertama.</p>
<p>Ayat Keempat ; <em>Maaliki yaumid dien (Yang Menguasai hari pembalasan)</em> dapat dipahami sebagai berikut:</p>
<p><strong><em>Yaumid-dien</em></strong> artinya hari pembalasan. Result dari seluruh aktivitas dunia kita akan diperhitungkan pada hari pembalasan itu. Dunia adalah tempat menyemai, menanam amal perbuatan dan <em>yaumid-dien </em>adalah waktu menuai atau saat kita memanen. Seberapa besar apapun yang kita lakukan, amal kebaikan atau amal keburukan kita akan memanennya pada hari pembalasan, pada hari keabadian. Dan Sang Raja yang Menguasai hari pembalasan atau keabadian itu adalah Allah subhanallah wataâ€™ala. Maka Dia sangat teliti perhitungannya dan sangat adil memberikan hasil akhir panenan tersebut.</p>
<p>Pembaca, jika pemahaman semacam ini yang kita install tiap hari minimal 17 kali, betapa dahsyatnya orang-orang yang menjalankan sholat. Firman Allah yang mengandung makna yang indah, yang luar biasa dan bisa lebih dahsyat lagi jika kita mau maknai dengan kemampuan VAKOG kita. WAW!!! terciptalah manusia-manusia sempurna dan mulia, sebagai mana kehendakNya.</p>
<p>Bagaimana makna ayat-ayat selanjutnya, tunggu pada posting berikutnya. (Wallahuaâ€™lam)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2008/09/reframing-by-al-fatikhah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat dari Kakek</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2008/09/surat-dari-kakek/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2008/09/surat-dari-kakek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Sep 2008 07:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antony Ugiono, Michael</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[adventure]]></category>
		<category><![CDATA[adventure education]]></category>
		<category><![CDATA[adventure learning]]></category>
		<category><![CDATA[adventure training]]></category>
		<category><![CDATA[adventure-based]]></category>
		<category><![CDATA[adventurer]]></category>
		<category><![CDATA[attitude]]></category>
		<category><![CDATA[bangga]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[berbagi]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir]]></category>
		<category><![CDATA[care]]></category>
		<category><![CDATA[challenge]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[citra diri]]></category>
		<category><![CDATA[climbing]]></category>
		<category><![CDATA[compassion]]></category>
		<category><![CDATA[courage]]></category>
		<category><![CDATA[education]]></category>
		<category><![CDATA[educator]]></category>
		<category><![CDATA[empathy]]></category>
		<category><![CDATA[enthusiasm]]></category>
		<category><![CDATA[fun]]></category>
		<category><![CDATA[generasi muda]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[learning]]></category>
		<category><![CDATA[life]]></category>
		<category><![CDATA[management]]></category>
		<category><![CDATA[memberi]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivational]]></category>
		<category><![CDATA[mountain]]></category>
		<category><![CDATA[NLP]]></category>
		<category><![CDATA[outdoor education]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[pemuda]]></category>
		<category><![CDATA[percaya diri]]></category>
		<category><![CDATA[positive]]></category>
		<category><![CDATA[principles]]></category>
		<category><![CDATA[reliant. self]]></category>
		<category><![CDATA[sesama]]></category>
		<category><![CDATA[sikap]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[success]]></category>
		<category><![CDATA[team]]></category>
		<category><![CDATA[teamplay]]></category>
		<category><![CDATA[teamwork]]></category>
		<category><![CDATA[tenzing]]></category>
		<category><![CDATA[thinking]]></category>
		<category><![CDATA[trainer]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[trust]]></category>
		<category><![CDATA[value]]></category>
		<category><![CDATA[vibrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari ada seorang anak muda sedang mengemasi barang-barang milik kakeknya yang baru saja dikuburkan ketika tanpa sengaja dia menemukan sebuah amplop berwarna merah. Tertulis di bagian depan amplop itu &#8216;Untuk Cucuku Tersayang&#8217;. Anak muda itu segera mengenali tulisan tangan kakeknya, lalu dibukanya amplop tersebut dan didapatinya sebuah surat yang ditulis tangan oleh kakeknya. Anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="small;">Suatu hari ada seorang anak muda sedang mengemasi barang-barang milik kakeknya yang baru saja dikuburkan ketika tanpa sengaja dia menemukan sebuah amplop berwarna merah. Tertulis di bagian depan amplop itu <em>&#8216;Untuk Cucuku Tersayang&#8217;</em>. Anak muda itu segera mengenali tulisan tangan kakeknya, lalu dibukanya amplop tersebut dan didapatinya sebuah surat yang ditulis tangan oleh kakeknya. Anak muda itupun segera membacanya .</span><span id="more-64"></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Cucuku,</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Beberapa tahun lalu engkau datang padaku dan bertanya, &#8220;Kakek, bagaimanakah ceritanya sampai kakek bisa melakukan banyak sekali pencapaian dalam kehidupan kakek? Walau sudah tua pun kakek masih nampak bersemangat dan penuh energy, sedangkan aku merasa sudah lelah untuk berusaha. Kakek, ajarkan aku bagaimana caranya agar aku dapat memiliki antusiasme yang sama dengan kakek?&#8221;</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Waktu itu kakek belum tahu bagaimana caranya mengajarkannya padamu. Namun kakek sadari bahwa usia kakek sudah mendekati akhir, kakek merasa berhutang jawabannya padamu. Cucuku, inilah yang kakek yakini dalam diri kakek.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Kakek percaya bahwa semuanya diawali dengan bagaimana seseorang melihat kehidupan. Kakek namai hal ini dengan &#8216;Buka matamu lebar-lebar&#8217;</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Pertama, sadarilah bahwa hidup penuh dengan kejutan-kejutan, namun banyak diantaranya begitu menyenangkan. Jika kamu menghindarinya terus menerus, kamu akan kehilangan separuh dari kegembiraannya. <span> </span>Harapkanlah kejutan-kejutan itu dengan penuh gairah.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Ketika engkau bertemu tantangan-tantangan, sambutlah dengan suka cita. Mereka akan membuatmu lebih bijak, lebih kuat dan lebih mampu daripada sebelumnya. Saat engkau membuat kesalahan, bersyukurlah akan pelajaran yang diajarkannya. Pahamilah pelajaran-pelajarannya dan gunakan untuk membantumu meraih impian-impian hidupmu.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Dan.. selalu patuhilah hukum-hukum Tuhan. Saat engkau mengikuti hukum-hukumNya, hidupmu akan bertumbuh. Jika engkau pikir bisa mendapatkan lebih dengan melanggar hukum-hukumNya, engkau hanya membodohi dirimu sendiri.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Yang tak kalah pentingnya adalah membuat keputusan secara jelas dan pasti akan apa yang sesungguhnya benar-benar kamu inginkan dalam hidup ini. Selanjutnya biarkan pikiran dan perasaanmu fokus padanya dan lakukan usaha untuk mempersiapkan dirimu supaya layak menerimanya.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Namun bersiaplah juga untuk mengakhiri suatu masa dalam kehidupanmu untuk memasuki sebuah masa yang baru. Seperti halnya engkau tumbuh seiring waktu, engkau akan membutuhkan sepatu dengan ukuran yang lebih besar. Oleh karena itu persiapkan dirimu untuk sebuah akhir sebaik persiapanmu untuk menyongsong sebuah awal yang menantang.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Kadang kala kita juga harus berani berjalan dari suatu keadaan yang tidak asing menuju ke wilayah-wilayah yang asing dalam hidupmu. Hidup tidak hanya tentang mencapai sebuah puncak saja. Sebagian darinya adalah tentang bergerak dari satu puncak ke puncak berikutnya. Jika engkau terlalu lama beristirahat, maka engkau akan tergoda untuk berhenti dan keluar dari permainan. Tinggalkan masa lalu di masa lalu, Dakilah gunung berikutnya dan nikmati pemandangannya.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Ketika sebuah kemarahan, dendam, keyakinan atau sikap menjadi berat, ringankanlah bebanmu. Buang semua hal yang membuat emosimu dan spiritualmu terpuruk. Buang semua sikap yang menyakitkan yang memperlambat jalanmu dan membuang â€“ buang energymu.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Ingatlah bahwa keputusan &#8211; keputusanmu hari ini akan mengakibatkan kesuksesan-kesuksesanmu atau kegagalan-kegagalanmu  di masa depan. Oleh karena itu pertimbangkanlah di antara jalan-jalan yang ada di depanmu dan putuskan jalan mana yang akan kau tempuh. Kemudian percayalah pada dirimu, bangkitlah dan melangkahlah.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Jangan lupa untuk berhenti sejenak. Itu akan memberimu kesempatan untuk memperbarui komitmentmu terhadap impian-impianmu dan memperbaiki persepsimu terhadap hal-hal yang terbaik bagi dirimu.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><span>Yang paling penting dari semua itu, pantang menyerah. Seorang yang akhirnya menjadi pemenang adalah seorang yang memutuskan untuk menang. Berikan dalam kehidupanmu apa yang terbaik yang kamu bisa dan kehidupan akan memberikan kembali hal yang terbaik padamu.</span></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><strong><span>Dengan Penuh Cinta</span></strong></span></p>
<p style="justify;"><span style="small;"><strong><span>Kakek</span></strong></span></p>
<p style="justify;">
<p style="justify;"><span style="small;">Semoga kisah di atas bermanfaat buat pembaca sekalian.</span></p>
<p style="justify;"><span style="small;">Salam Sukses dan Berkelimpahan Selalu</span></p>
<p style="justify;"><span style="small;">Michael Antony Ugiono</span></p>
<p style="justify;"><span style="small;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
</span></p>
<p style="justify;"><span style="small;">Penulis adalah seorang :</span></p>
<ul style="0in;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span>Inspiring      Motivator &amp; Mindset Consultant</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Certified      A Practicing Neuro-Linguistic Programming (NLP) Practitioner, Victory Access International<br />
</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Certified      Time Line Therapy Practitioner, TLTA<br />
</span></li>
<li class="MsoNormal"><span>Pemilik dan C.E.O. MAU Solutions, sebuah lembaga pengembangan sumber daya manusia dan Therapist kesehatan mental untuk mencapai prestasi terbaik dalam kehidupan.</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Untuk permintaan pembicara, In house training, Outdoor Training, Motivator, Success Coaching, Life Coaching, Counselling dan Therapy, hubungi : 0274 â€“ 7158686 atau Hp. 08155934567.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="justify;"><span>Web : <a href="http://www.mausolutions.com/">www.mausolutions.com</a></span></p>
<p><span>email : mausolutions@gmail.com <em>atau</em> poseidon_jogja@yahoo.com</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2008/09/surat-dari-kakek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedagang Asongan Naik Kelas</title>
		<link>http://praktisinlp.info/2008/08/pedagang-asongan-naik-kelas/</link>
		<comments>http://praktisinlp.info/2008/08/pedagang-asongan-naik-kelas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Aug 2008 12:43:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ermalia Normalita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://praktisinlp.info/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Dikisahkan tentang pengalaman unik seorang pemuda saat melintas di sebuah stasiun kereta api. Saat itu tanpa sengaja pandangan mata pemuda tersebut tertuju pada seorang pedagang asongan cacat yang sedang menjajakan barang dagangannya. Hatinya iba dan ingin melakukan sesuatu untuk orang itu. Dengan cepat ia menarik selembar uang 20 ribuan dari dalam dompetnya, lalu menyelipkan uang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dikisahkan tentang pengalaman unik seorang pemuda saat melintas di sebuah stasiun kereta api. Saat itu tanpa sengaja pandangan mata pemuda tersebut tertuju pada seorang pedagang asongan cacat yang sedang menjajakan barang dagangannya. Hatinya iba dan ingin melakukan sesuatu untuk orang itu.</p>
<p>Dengan cepat ia menarik selembar uang 20 ribuan dari dalam dompetnya, lalu menyelipkan uang tersebut ke dalam saku pedagang itu. Tetapi sejenak kemudian muncul perasaan bersalah dalam benaknya. Ia segera kembali menghampiri pedagang asongan itu.<span id="more-55"></span></p>
<p>â€œMaafkan saya, Bapak adalah seorang pengusaha. Sekali lagi maafkan tindakan saya, karena secara tidak langsung saya tadi sudah menganggap bapak seorang Pengemis.â€ Kata sang pemuda sambil meminta maaf lalu mengambil sebatang pena dari dagangan si pengasong lalu meninggalkannya.</p>
<p>Enam bulan kemudian, pemuda tersebut melintasi stasiun kereta api yang sama. Kali ini ia merasa ada seseorang yang sedang memanggil dirinya. â€œMas.. Mas.. Mampir dulu!â€ Sapa seorang paruh baya pemilik sebuah toko kelontong di dekat stasiun. â€œSaya sudah lama menunggu Mas di toko ini.â€ Kata pemilik toko itu kepada si pemuda.</p>
<p>â€œMungkin Mas sudah lupa, saya adalah pedagang asongan yang Mas sebut waktu itu sebagai seorang pengusaha, sehingga saya berusaha keras untuk mendirikan toko ini.â€ Jelas si pedagang itu sambil menunjuk toko baru yang sekarang ia kelola bersama istrinya.</p>
<p>Pemuda itu terharu sekaligus senang. Ia sama sekali tidak mengira pedagang asongan yang ia jumpai 6 bulan lalu sudah mempunyai sebuah toko kelontong yang jauh lebih baik dibandingkan kotak dagang asongannya yang senantiasa bergelantungan di leher.</p>
<p>PESAN</p>
<p>Setiap manusia mempunyai potensi yang besar sebagai sarana untuk mencapai keberhasilan dan kebahagiaan dalam hidupnya. Meskipun ukuran kesuksesan maupun kebahagiaan tersebut tidak dapat disama ratakan. Tetapi secara garis besar keberhasilan dan kebahagiaan hidup seseorang dapat dilihat dari kemajuan yang ia capai dari segi ekonomi, spiritual, dan lain sebagainya.</p>
<p>Potensi manusia yang teristimewa adalah kekuatan pikirannya. Mayoritas manusia di dunia ini hanya menggunakan 10% dari kekuatan pikiran mereka miliki. Padahal jika seseorang sudah terlatih dalam menggunakan kekuatan pikiran, maka ia pasti mencapai kemajuan luar biasa.</p>
<p>Peningkatan kekuatan pikiran sangat berpengaruh terhadap kemampuan nalar, daya ingat, dan pengambilan kebijakan strategis lainnya. Kepercayaan diri juga merupakan salah satu produk kekuatan pikiran. Kisah diatas menggambarkan kalimat dari si pemuda benar-benar menjadi inspirasi sekaligus membangkitkan optimisme si pedagang asongan, sehingga ia bertekad dan gigih untuk menciptakan usaha yang lebih besar.</p>
<p>Kekuatan pikiran sangat mempengaruhi kemauan dan tekad seseorang karena siapa yang berpikir dia mampu, maka dia akan mampu menjadi siapapun yang dia inginkan. Si pedagang asongan terus berusaha mencari cara mewujudkan segala sesuatu yang betul-betul diinginkannya. Karena itu asahlah pikiran hingga alam bawah sadar ini hanya dipenuhi oleh hasrat yang kuat unntuk meraih kesuksesan maupun kebahagiaan yang diharapkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://praktisinlp.info/2008/08/pedagang-asongan-naik-kelas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
