Oct
27
    
Posted (Abdul Latief, Novel) in Umum on October-27-2008 (419 views)

Ayat Kelima Surat Al-Fatihakh berbunyi : Iyyakana’budu waiyyaka nasta’iin. Artinya Hanya kepadaMulah kami menyembah dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan. Ayat ini bisa dimaknai sebagai berikut.

Iyyakana’budu (hanya kepadaMulah kami menyembah), merupakan sebuah ikrar, komitmen seorang hamba kepada Sang Kholiq, bahwa Engkaulah ya Allah Tuhan yang aku sembah. Tidak ada tuhan-tuhan lain yang aku sembah. Aku tidak menyembah para tokoh-tokoh hebat dunia termasuk tidak menyembah para nabi. Aku tidak menyembah makhlukMu. Aku tidak menyembah harta benda, kekayaan materiil dan benda-benda berharga lainnya. Aku tidak menyembah jabatan, kedudukan, maupun status sosial. Aku tidak menyembah matahari, bulan maupun bintang-bintang di angkasa luas. Hanya kepadaMulah ya Allah aku menyembah.

Inilah komitmen seorang hamba pada Sang Pencipta. Maka terhadap benda-benda di dunia, terhadap makhluk ciptaanNya, terhadap materi dan status sosial yang dicapainya ataupun yang telah dicapai orang lain tidak akan menimbulkan hasrat diri untukterpengaruh, mementingkan ataupun mencintainya. Benda, materi atau status sosial tersebut hanyalah sarana baginya untuk mewujudkan rasa cintanya pada Tuhan. Karena jika dirinya telah mampu mencintai Tuhan, itulah kebahagiaan puncak yang dapat dirasakannya. Dan karena cintanya kepada Tuhan itulah maka akan terpancar rasa cinta dan kasih sayang darinya kepada alam semesta maupun terhadap sesama manusia. Jika dia telah benar-benar mampu memberikan cintanya kepada Tuhan, maka Tuhan pun akan memberikan cintaNya pada sang hamba. Jika Tuhan telah memberikan cinta dan kasih sayang kepada seorang hamba, apalagi sih yang masih perlu diminta??? Tuhan akan mencurahkan keberkahan dan keberlimpahan kepada hamba tersebut.

Waiyyakanasta’iin (dan hanya kepadaMulah kami minta pertolongan), juga merupakan bentuk ikrar seorang hamba pada Sang Kholiq. Disamping menyembah hanya kepada Allah, kitapun juga berkomitmen untuk minta pertolongan hanya kepadaNya. Setiap permasalahan yang kita hadapi di dunia ini, hanya kepada Allahlah kita minta pertolongan, kita berserah diri kepadaNya.

Jika kita renungkan, kita bayangkan dan kita rasakan, betapa Tuhan telah berikan pada kita sumber daya (resouce) yang luar biasa pada diri kita. Visual, Auditory, Kinestetik, Olfactory dan Gustatory (VACOG) merupakan sumber daya yang bisa digunakan dan dimanfaatkan untuk menyelesaikan seluruh permasalahan yang kita hadapi atas izinNya. Tubuh yang sempurna dan Ruh Ilahiyah juga telah Allah berikan pada kita. Sehingga sebelum kita berserah diri, kita lakukan suatu usaha, ihtiar dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang telah Allah lengkapi pada diri kita. Jika strategi telah kita buat, teknik dan metode telah kita tetapkan, action pun kita lakukan sesuai trategi dan taktik yang direncanakan. Maka kitapun bertawakal, berserah diri pada Allah untuk memperoleh hasil sesuai dengan sunatullah (hukum alam)Nya. Sesuai dengan hukum sebab akibat. Dan Allah tahu persis apa yang layak kita bisa dapatkan dari usaha yang kita lakukan. Dan itulah result yang terbaik bagi kita menurut Allah. Allah akan memberikan penghargaan atas proses usaha atau ihtiar yang kita lakukan dengan disertai niatan untuk mendapatkan KeridloanNya.

Dengan demikian seorang hamba yang memahami sepenuhnya makna ayat kelima dari Surat Al-Fatihakh ini akan memanfaatkan potensi sumber daya yang dimilikinya dengan seoptimal mungkin dan akan menggunakan waktu yang Tuhan berikan padanya seefektif mungkin. Dia manfaatkan semuanya sebagai wujud dari persembahan dirinya kepada Sang Kholiq, pada saat yang sama Sang Kholiq pun menyiapkan solusi setiap permasalahan yang dihadapinya melalui subconsiousnya. Dan jadilah dia seorang hamba yang menikmati kebahagiaan, keberkahan dan keberlimpahannya dalam menjalani kehidupan sebagai wujud dari persembahannya kepada Allah swt. Ya Allah, jadikanlah kami hamba-hamba yang mencintaiMU dan yang Engkau cintai. Amin!

Pemaknaan ayat berikutnya, bisa ditunggu pada posting selanjutnya. (Wallahu a’lam)



Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: