( Dalam sesi inilah kunci dari segala pembelajaran Ilmu, dan banyak yang melupakan dan mengabaikannya dan menyepelekan Sub-Modalitas yang dimilikinya, sehingga banyak yang tidak MAU SADAR akan MODAL yang dipunyai pemberian TUHAN berupa VAKOG dengan cuma-cuma tanpa Anggunan , dan mengapa tidak mau mengenali dan melatihnya ????? ).
SESI 6. MODALITAS DAN SUB-MODALITAS.
Bagian neurological dari Neuro-Linguistic Programming seperi yang sudah saya ( L J G ) jelaskan, berhubungan dengan sensasi-sensasi atau representational system – melihat, mendengar, membaui, pengecapan, ini adalah Modalitas atau yang berarti juga Pencerahan dimana kita sebagai mahluk hidup begitu amat mendambakannya. Bahkan dengan Modalitas apa yang kita ketahui tentang TUHAN, yang tidak terlihat dapat tertangkap dan terasa melalui Modalitas ini.
Orang-orang besar dan sukses sangat ahli dalam menggunakan representational system ini, dengan faktanya mereka telah belatih menjadi ahli dalam penguasaan dua poin inti modalitas yang menjadi pusat perhatian.
1. MEMILIH pusat perhatian ( focos of attention ) yang terbaik.
2. MERUBAH pusat perhatian mereka.
Orang-orang yang berprestasi ( People of exellence ) MEMILIH untuk MEMUSATKAN pada ide-ide, orang-orang dan hal-hal yang MENGUATKAN. dan ketika perhatian mereka menyimpang kesuatu yang MELEMAHKAN – sebuah ide yang pesimis, orang-orang yang hanya mencari kesalahan, kegagalan dan lain sebagainya. mereka segera dapat MERUBAH dan mengganti PERHATIAN mereka kesuatu yang berbeda dan membangunnya.
Cara lainnya adalah dengan memodifikasi sub-modalitas, misalnya : cara melihat, mendengar atau merasakan sebuah ingatan yang membawa trauma, seorang pemarah, sebuah fakta yang tidak menyenangkan. Daripada merepresentasikan ( secara internal ) seorang yang agresif sebagai bercahaya/terang, besar, penuh warna, bergerak dan jelas, Anda dapat merepresentasikan dia sebagai gelap, kecil, amat jauh dan diam tak bergerak, dalam sebuah foto hitam putih yang buram.
Dengan cara merepresentasikan yang kedua, Anda akan jauh lebih sedikit terkena pengaruhnya. Anda dapat melakukan hal yang sama sehubungan dengan Submodalitas Auditory dan Kinestetik. Mereka mengacu pada sensasi sentuhan ( dingin, panas, tekanan, rasa sakit ) dan sensasi yang diperoleh dari dalam ( keseimbangan, rasa berkelimpahan, rasa lapar dan sebagainya ).
SUB-MODALITAS
VISUAL :
Cahaya ( terang-remang )
Ukuran ( besar-kecil )
Warna ( warna-hitam dan putih )
Jarak ( dekat-jauh )
Pergerakan ( cepat-lambat )
Fokus ( jelas-kabur )
Kedalaman ( 3 demensi-datar )
AUDITORY :
Volume ( keras-lembut )
Tone ( tinggi-rendah )
Tempo ( cepat-lambat )
Jarak ( dekat-jauh )
Irama ( hentakan = beta-cadence )
Lokasi ( didalam-diluar, atas-bawah )
KINESTETIK :
Intensitas ( kuat-lemah )
Area tubuh ( luas-sempit )
Tektur ( kasar-halus )
Suhu ( panas-dingin )
Bobot ( berat-ringan )
Lokasi ( kepala-perut dan lainnya ).
