Aug
14
    
Posted (Q Dazal) in Umum on August-14-2008 (254 views)

Cerita ini adalah menceritakan kebodohanku dalam kasus berdialog dengan sesama teman, dimana pada suatu hari aku bersama 4 teman – temanku datang mengunjungi suatu daerah dipegungungan Sumatera Utara. dari Jakarta dengan pesawat terbang menuju Sumatera Utara, sesampainya dibandara aku dijemput oleh temanku, sehingga kami berlima naik mobil barunya yang serba automatik menuju Kota yang dituju.

Dalam perjalan temanku bercerita tentang mobilnya yang baru itu, dia bercerita tentang kisah membeli mobil itu. dimana pada saat test drive dia mencoba mengendarai mobil itu, karena belum terbiasa menggunakan mobil automatik, begitu mencobanya dia hidupkan mesinnya lalu di masukan persenelingnya, dia tekan pedal gas dan mobil itu bergerak, dia berkata lho! kok tidak mau maju -maju??. Dengan spontan aku menjawab Pak mungkin waktu itu bannya keganjel barang kali?, dia menjawab tidak ada yang mengganjal ban itu serunya!! lalu temanku yang satunya si K menjawab : mobilnya digantung barangkali ya ?. enggak juga tuh! jawab sipemilik mobil. temanku yang satunya lagi si M bertanya Bapak yakin dengan mobil Bapak ini tidak rusak?, dijawabnya yaaaa yakin dong! maka saya beli mobil ini. aku dengan lantangnya berkata barangkali mobil ini ada kerusakan pada waktu itu yaa ?, dijawabnya tiiidak! tidak ada kerusakan! masa mobil baru rusak?. dengan agak ngotot aku berkata mana mungkin dapat terjadi seperti itu, kan mobil baru lalu semua sudah dilakukan sesuai aturannya kok tidak dapat bergerak maju siiiiiiih! mana mungkin terjadi seperti itu?, dengan tertawa dia berkata mangkanya kalu punya Gambaran jangan dibuat baku dong! itu akan menjadi kebiasaan buruk tahuuu! ya jelas aja mobilnya tidak bergerak maju, katanya yang dimasukan itu perseneling mundur, makanya tidak mau maju dia mundur jalannya.

Merah muka aku dibuatnya. ya rupanya tidak sampai disitu saja aku melakukan kebodohan, dalam perjalan turun hujan, jalan yang menanjak dan menurun serta tikungan tajam banyak sekali. dasarnya aku ini orang yang selalu ingin tahu! maka aku bertanya kembali kepada sipemilik mobil yang sedang mengemudikan mobilnya, Nah Pak kalau hujan dan jalan menurun dan panjang! bagaimana caranya mengurangi kecepatan mobil ini?, kalau dimobil yang bukan automatik biasanya perseneling dipindahkan kegigi yang rendah, nah pada mobil automatik ini caranya seperti apa?, Ooooooh jawabnya kalau keadaan seperti ini yang kurangi aja kecepatanya, lha mengurangi kecepatan itukan pada mobil yang bukan automatik dengan memindahkan perseneling! nah kalau mobil automatik ini caranya gimana?, Ooooh dengan sambil senyum dia menjawab mau tahu caranya?, lhaa iya dong jawabku, aku nih mau tahu! siapa tahu aku punya mobil seperti ini?, kan tidak terjadi seperti tadi yang salah masukan perseneling!!!! mau maju gak tahunya gigi mundur yang dimasukan.

Dengan wajah serius dia berkata dan bertanya mau tahu caranya?, jawabku spontan iya dong kasih tahu lah. dia dengan tenang dia menjawab : Hati – hati lah. Lho kok hati – hati apa hubungannya tanyaku?, jawabnya lagi: yang penting hati – hati ketika sedang mengemudi, maakmau ngebut dijalanan yang menurun! kan mesti agak pelan dong.

Dalam perjalan ini aku mendapat pelajaran yang berarti sekali. bahwa sesungguhnya bila bertanya itu perlu diketahui dulu akan isi dari pertanyaan itu sendiri dan jangan sampai bertanya tidaktahu akan apa yang ditanyakan. Nah inilah suatu kisah ketika aku mempunyai suatu Gambaran yang aku sempitkan dengan alasan kebiasaannya kan begitu. Nah sejak dari kejadian itu mulai berlatih diri bila ingin bertanya aku sadari dulu akan pertanyaanku itu, sebelum aku ajukan sebagai pertanyaan. agar mendapat jawaban yang sesuai dengan aku inginkan.



Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: