Dear Sahabat,
Beberapa tahun yang lalu saya pernah mempunyai impian..impian yang menurut pikiran saya sangat mulia..yang suara di dalam diri saya berkata..oh hebat sekali impian ini.. yang membuat perasaan saya akan menjadi sangat bahagianya jika kalau seandainya impian ini dimiliki banyak orang..Dan saya membayangkan diri saya bersorak sorai meluapkan perasaan yang tak bisa dituliskan dengan kata-kata ketika impian itu dapat diwujudkan oleh saya dan setiap orang.
Beberapa tahun yang lalu saat impian itu hadir di dalam bayangan saya yang kemudian menjalar keseluruh bagian tubuh saya melalui sistem syaraf yang dititipkanNya kepada saya..hmm sepertinya,hidup saya dari hari ke hari begitu optimisnya..ya tentu saja ini perasaan yang positif kan..? Benarkan ? Yaa.. katanya.. bagus itu..! ayo..! pertahankan bayangan akan impian itu..terus bayangkan..ayo bayangkan..! tuliskan kata-kata..cari gambar-gambar..tempelkan di tempat-tempat strategis.. dan yaa..saat itu pikiran saya berkata,saya akan merasakan optimis bahwa impian itu akan terwujud..
Namun, ketika hari berganti..bulan berganti..warna impian itu semakin pudar.. optimisme itu semakin tak terasa..dan nyaris saya melupakannya..padahal tulisan kata-kata dan tempelan gambar-gambar masih berada ditempatnya..
Dan tahun pun berganti..Hingga pada tanggl 23 s/d 27 Juni 2008..[saat event practicing NLP Practitioner!] terjadilah peristiwa-peristiwa penipuan dan pembohongan yang menjerumuskan saya..Saat itu, Saya marah, jengkel, sedih, kecewa, bingung, malu..Saya juga ditipu untuk tersenyum dan tertawa.. Rasanya sakit..karena seringkali saya ikut menertawakan kebodohan saya setelah menyadari bahwa diri ini benar-benar tertipu.
Tanggal 26 Juni 2008, menjelang jam delapan malam.. penipuan & pembohongan terus berlangsung. Saya bahkan disuruh mendengarkan lagu yang belum pernah saya dengar, yang saya tidak tahu judul dan penyanyinya, yang belum tentu saya suka.. namun saya dibujuk, ditipu, dibohongi untuk mendengarkannya, menghayatinya dan menemukan inspirasi dari lagu tersebut..Edan ! Lebih edan lagi, saya akhirnya mau memilih untuk mendengarkannya dan berusaha menemukan inspirasi dari lagu tersebut.
Namun dibalik ke-edan-an itu semua..Alhamdulillah,saya menemukan banyak hal…yang memperluas pandangan saya hingga setidaknya saya bisa melihat dan bergerak lebih leluasa. Impian saya yang telah lama tertutupi sekarang kembali terbuka. Terbuka dengan pertanyaan, apakah impian itu memang yang benar-benar saya inginkan? Apakah saya memerlukan dan membutuhkannya? Apakah impian itu akan memberikan manfaat ? Dan sungguh saya merasa naif..Saat Engkau yaa Allah Ya Rahman Ya Rahim yang Maha Kasih dan Sayang memberikan saya sumber daya yang dengan nya saya bisa lebih berdaya dalam bertindak mewujudkan impian..namun selama ini saya abaikan..Ampuni saya ya Allah..Saya tidak bersyukur atas nikmat sumber daya VAKOG yang engkau pinjamkan kepada saya. Dan berbagai nikmat lainnya yang terus menerus Engkau curahkan. Saat ini saya menyadari bahwa selama ini saya tidak menggunakan sebaik-baiknya nikmat yang Engkau berikan. Bagaimana mungkin saya meraih impian bila hanya membayangkannya. Jadi gimana dong caranya? Katanya sih, Saya perlu seimbangkan sumber daya itu.. agar saya bisa melihat,mendengar dan merasakan dengan hati nurani..agar sense of self saya terus meningkat kualitasnya.. agar saya bisa menguasai diri saya, patuh pada semua ketentuanMu. Dan Insya Allah dengan seijinMu, kekuatan diri itu akan hadir dengan sendirinya. Lalu apa selanjutnya ? Ya selanjutnya terserah Anda saja sahabat…Saya tidak tahu apa yang sahabat akan lakukan..Namun saya tahu dengan sadar saat saya diminta menjadi manusia percobaan pada hari ke 4 itu..
Saat saya dibohongi dengan kata-kata untuk melakukan sesuatu hal (padahal sih..saat itu saya sedang ditipu untuk memiliki keinginan..) maka saya dengan sadar merumuskan keinginan menggunakan anugerah visual,auditory,dan kinestetik secara langsung dan bersamaan dengan jelas dan detail. Dan saat kata-kata bohong berlanjut menanyakan “kamu siap ya?” Maka dengan segera dan sadar visual,auditory,kinestetik kembali secara serentak dan langsung melakukan fungsinya mempersiapkan saya untuk menerima dan melakukan setiap hal agar keinginan saya terwujud. Pikiran saya menyiapkan strategi, pendengaran saya waspada, lalu seluruh anggota tubuh saya bergerak mengikuti perasaan bahwa saya butuh strategi yang tepat agar keinginan tersebut tercapai. Selanjutnya, tibalah saat pengujian apakah keinginan dan persiapan yang telah dibentuk oleh visual,auditory,dan kinestetik yang telah selaras akan dapat mewujud sesuai keinginan ataukah tidak..? kembali saya diberikan 2 pilihan kata yang menipu..Pertama : saya mau lakukan. Kedua : Saya lakukan..Hasilnya, pada saat pengujian dilakukan dengan menggunakan kata pertama, kekuatan diri saya biasa-biasa saja dibandingkan dengan dengan kata ke dua yang menghasilkan kekuatan yang lebih besar. Hah? Saya pun terbengong-bengong setelah berhasil ditipu dan dibohongi. Saya hanya bisa membatin, saat keinginan dan kesiapan telah melalui tahapannya dengan penyelarasan visual,auditory, dan kinestetik yang terbentuk secara langsung dan bersamaan, maka tiba waktunya ..When you start ? Right Now ! Bertindak sekarang dengan sumber daya yang seimbang….
Sahabat..apa benar yang saya tulis ini..? ah..itu hanya katanya kok..katanya Bapak-bapak yang luar biasa menyusun kata-kata menipu dan membujuk yang kemudian saya susun lagi kata-kata itu dengan kata-kata saya yang penuh dengan keterbatasan pengetahuan. Bila sahabat berkenan, saya mohon maaf atas kata-kata yang baru saya ketahui ini sehingga saya belum benar-benar benar membuktikannya dalam kehidupan saya sehari-hari.. Apa perlu dipercayai kata-kata itu? Percaya tidak percaya,itu sih, adalah pilihan kita masing-masing saja..silahkan dipilih..
Terimakasih buat para Bapak-bapak terhormat, yang telah menipu, membohongi, membujuk-bujuk, menjerumuskan saya ke jalan ini sehingga saya mendapatkan inspirasi untuk bergerak dengan lebih leluasa dengan sudut pandang yang bertambah. Bila Bapak-Bapak berkenan, mohon saya diajak belajar bersama lagi ..gimana caranya biar saya makin bingung dan makin banyak berproses dalam pembelajaran.
Best Regards,
Rendra
