Untuk mempelajari Ilmu yang namanya NLP (Neuro-Linguistic Programming) di Indonesia itu banyak macamnya. Mulai dari yang disebut NLP Tradisionil sampai yang disebut NLP Modern, bahkan katanya ada yang mulai dari tingkat Dasar sampai Tinggi dan dari NLP Murni sampai NLP Aplikasi. Bahkan ada NLP yang digabungkan dengan Ilmu lainnya tetap dianggap sebagai NLP juga.
Dimana dalam mengartikan NLP itu pun tidak ada yang sama di Indonesia ini. Serta di dalam cara mengajarkannya pun tidak ada yang sama, sehingga membuat aku jadi bingung untuk dapat mempelajarinya.
Kenapa terjadi demikian yang kualami? Ya, dikarenakan banyak yang mengaku “Ini lho dasarnya Ilmu NLP” sehingga banyak yang mengajarkan Dasar NLP tapi tidak ada yang sama. Kalau gitu banyak sekali, ya Dasar Ilmu NLP itu? Padahal bila yang namanya dasar itukan semestinya sama! Namanya juga DASAR.
Bila dasarnya saja sudah berbeda, bagaimana jadinya bila diaplikasikan dalam kehidupan ini?
Yang amat sangat membuat aku bingung dan membingungkan sekali adalah banyaknya para Pengajar yang saling Memproklamasikan Diri sebagai Pemegang Hak Pengajar Ilmu NLP di Indonesia ini. Naaah!!!! Inilah yang sesungguhnya membuat aku bingung. Seandainya Ilmu NLP sudah menjadi milik seseorang yang mengaku berhak mengajar di Indonesia ini.
Untung saja Ilmu NLP ini bukan Ilmu yang menjadi Kurikulum tetap di Indonesia ini. Seandainya saja menjadi kurikulum tetap; Bingung juga, siiih. Untung iImu-ilmu yang lainya tidak seperti Ilmu NLP ini.
Bila Ilmu Matematika, Ilmu Kedoktran, Ilmu Pendidikan dan lain-lainya sama seperti Ilmu NLP di Indonesia ini; pasti banyak yang mengaku Pemegang Hak Pengajar dan mengaku yang Benar(?)
Benar-benar bingung jadinya bila semua itu terjadi. Dengan tidak terjadi saja, sudah membuat aku bingung!!! Apalagi ketika Ilmu NLP itu katanya Ilmu Memodel.
Dasar Ilmu Memodelnya pun tidak sama dan tidak jelas cara penggunaannya secara langsung dalam kehidupan ini, dimana yang katanya Dasar Ilmu NLP itu untuk Memodel dengan cara :
1. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Modeling, Pacing Leading, Circle of Exellence dan Anchoring.
2. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Presupposition, Association/ Disassociation, TOTE.
3. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Meta Model, 4 Pilar Skill, 6 Level Neurological, Meta Program.
4. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Sense Of Self, Submodalities, Outcome.
Nah! dari ke 4 macam tersebut kira-kira mana yang akan bermanfaat untuk aku pelajari dan dapat secara langsung dapat aku praktekan sehari-hari, dimana katanya Ilmu NLP itu dapat digunakan sebagai Terapi Diri dan juga untuk Orang lain.
Untuk itu semua mana yang perlu aku pelajari, agar tidak menjadi ngawur sehingga salah kaprah dalam mempraktekan Ilmu NLP tersebut.
Dimana yang amat sangat membingungkan aku, sampai kutulis agar mendapat petunjuk yang sesungguhnya guna belajar Ilmu NLP yang katanya amat mudah dipraktekan sehari-harinya. Yang menjadi pertanyaanku adalah : Apakah untuk belajar Ilmu NLP itu sama dengan belajar melalui kursus atau semirip dengan Bimbel yang berserakan di kota-kota bahkan di daerah-daerah di Indonesia ini? Atau memang tidak sama?
Nah, disini aku menjadi bingung karena belum ada penjelasan di surat kabar sampai di media layar kaca yang menerangkan bahwa cara mempelajari Ilmu NLP itu tidak seperti Bimbel atau yang sejenis lainnya.
Demikianlah kebingunganku kutuliskan di Portal ini. Semoga para Praktisi NLP di Indonesia dapat memberikan petunjuk bagi diriku dan mungkin juga bagi orang lain yang akan belajar Ilmu NLP di Indonesia. Sehingga Rakyat Bangsa Indonesia ini menjadi Rakyat yang maju, dapat mengejar ketinggalan dari Negara Tetangga yang Merdekanya belum lama dibandingkan Bangsa Indonesia ini.
