Jul
31
    
Posted (Q Dazal) in Umum on July-31-2008 (477 views)

Untuk mempelajari Ilmu yang namanya NLP (Neuro-Linguistic Programming) di Indonesia itu banyak macamnya. Mulai dari yang disebut NLP Tradisionil sampai yang disebut NLP Modern, bahkan katanya ada yang mulai dari tingkat Dasar sampai Tinggi dan dari NLP Murni sampai NLP Aplikasi. Bahkan ada NLP yang digabungkan dengan Ilmu lainnya tetap dianggap sebagai NLP juga.

Dimana dalam mengartikan NLP itu pun tidak ada yang sama di Indonesia ini. Serta di dalam cara mengajarkannya pun tidak ada yang sama, sehingga membuat aku jadi bingung untuk dapat mempelajarinya.

Kenapa terjadi demikian yang kualami? Ya, dikarenakan banyak yang mengaku “Ini lho dasarnya Ilmu NLP” sehingga banyak yang mengajarkan Dasar NLP tapi tidak ada yang sama. Kalau gitu banyak sekali, ya Dasar Ilmu NLP itu? Padahal bila yang namanya dasar itukan semestinya sama! Namanya juga DASAR.

Bila dasarnya saja sudah berbeda, bagaimana jadinya bila diaplikasikan dalam kehidupan ini?

Yang amat sangat membuat aku bingung dan membingungkan sekali adalah banyaknya para Pengajar yang saling Memproklamasikan Diri sebagai Pemegang Hak Pengajar Ilmu NLP di Indonesia ini. Naaah!!!! Inilah yang sesungguhnya membuat aku bingung. Seandainya Ilmu NLP sudah menjadi milik seseorang yang mengaku berhak mengajar di Indonesia ini.

Untung saja Ilmu NLP ini bukan Ilmu yang menjadi Kurikulum tetap di Indonesia ini. Seandainya saja menjadi kurikulum tetap; Bingung juga, siiih. Untung iImu-ilmu yang lainya tidak seperti Ilmu NLP ini.

Bila Ilmu Matematika, Ilmu Kedoktran, Ilmu Pendidikan dan lain-lainya sama seperti Ilmu NLP di Indonesia ini; pasti banyak yang mengaku Pemegang Hak Pengajar dan mengaku yang Benar(?)

Benar-benar bingung jadinya bila semua itu terjadi. Dengan tidak terjadi saja, sudah membuat aku bingung!!! Apalagi ketika Ilmu NLP itu katanya Ilmu Memodel.

Dasar Ilmu Memodelnya pun tidak sama dan tidak jelas cara penggunaannya secara langsung dalam kehidupan ini, dimana yang katanya Dasar Ilmu NLP itu untuk Memodel dengan cara :

1. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Modeling, Pacing Leading, Circle of Exellence dan Anchoring.

2. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Presupposition, Association/ Disassociation, TOTE.

3. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Meta Model, 4 Pilar Skill, 6 Level Neurological, Meta Program.

4. Belajar mempraktekan NLP memodel dengan Sense Of Self, Submodalities, Outcome.

Nah! dari ke 4 macam tersebut kira-kira mana yang akan bermanfaat untuk aku pelajari dan dapat secara langsung dapat aku praktekan sehari-hari, dimana katanya Ilmu NLP itu dapat digunakan sebagai Terapi Diri dan juga untuk Orang lain.

Untuk itu semua mana yang perlu aku pelajari, agar tidak menjadi ngawur sehingga salah kaprah dalam mempraktekan Ilmu NLP tersebut.

Dimana yang amat sangat membingungkan aku, sampai kutulis agar mendapat petunjuk yang sesungguhnya guna belajar Ilmu NLP yang katanya amat mudah dipraktekan sehari-harinya. Yang menjadi pertanyaanku adalah : Apakah untuk belajar Ilmu NLP itu sama dengan belajar melalui kursus atau semirip dengan Bimbel yang berserakan di kota-kota bahkan di daerah-daerah di Indonesia ini? Atau memang tidak sama?

Nah, disini aku menjadi bingung karena belum ada penjelasan di surat kabar sampai di media layar kaca yang menerangkan bahwa cara mempelajari Ilmu NLP itu tidak seperti Bimbel atau yang sejenis lainnya.

Demikianlah kebingunganku kutuliskan di Portal ini. Semoga para Praktisi NLP di Indonesia dapat memberikan petunjuk bagi diriku dan mungkin juga bagi orang lain yang akan belajar Ilmu NLP di Indonesia. Sehingga Rakyat Bangsa Indonesia ini menjadi Rakyat yang maju, dapat mengejar ketinggalan dari Negara Tetangga yang Merdekanya belum lama dibandingkan Bangsa Indonesia ini.



Tjia Irawan on August 1st, 2008 at 7:19 am #

Apa itu NLP ?
Apa kepanjangan dari NLP ?
Apa arti dari kepanjangan NLP ?

Adi Putera on August 1st, 2008 at 10:21 am #

Pak Tjia,
Itu mau nanya atau mau ngasih tahu bagaimana mengunakan 3 pertanyaan itu sebagai tool buat terapi, nih?

The Steam Burner on August 1st, 2008 at 10:48 am #

NLP itu hurup En El Pe, kepanjangan dari:
N = Numpang kenalan agar dikenal
L = Lewat tulisan-tulisan/comment
P = Pada Portal Praktisi ini, arti dari kepanjangannya yaitu bahwa Portal Praktisi ini sarana untuk memperkenalkan diri lewat tulisan-tulisan dan comment.

Tjia Irawan on August 1st, 2008 at 11:25 am #

Pak Adi Putra
Mau nanya boleh atau mau ngasih tahu juga boleh. emang penting ?

Bruno on August 1st, 2008 at 12:46 pm #

Penting atau plenting?

The Steam Burner on August 1st, 2008 at 2:31 pm #

Bang Tjia dan Jang Bruno, wah pada mulai mendidih ya Uap yg dari dalam, seperti teko waktu merubus air begitu menggolak berbunyi suiiiiiiiiiiiiiiiiiit!!!!!!!ada jugayang whoooooooooooooooooooossssttt!

Badan Pengawas NLP on August 2nd, 2008 at 3:31 pm #

Pak Tjia, saya curiga The Steam Burner yang tidak punya ijin mengajar NLP sehingga jawabnya apa itu NLP ngawur semua. Kalau bapak berniat memberitahu, ada baiknya bapak berserifikat dahulu agar tidak dipertanyakan ajaran NLP anda. Terima kasih.

Adi Putera on August 2nd, 2008 at 3:54 pm #

Pak Tjia, dahulu mungkin tidak penting. Tetapi saat ini sepertinya menjadi penting,loh. Karena NLP ini kan belajarnya tidak seperti bimbel; apalagi ada terapinya segala. Silap-silap bisa jadi the rapist.

bruno on August 2nd, 2008 at 4:19 pm #

Badan Pengawas NLP ….
Badan doang yang Gedhe
Pengawas lewat lubang jarum = PENGINTIP.
NLP itu aksara latin khan?

Guk … guk …wauaw!

The Steam Burner on August 2nd, 2008 at 11:04 pm #

Kepada Yang Ingin diHormati, Badan Pengawas NLP dan Kaki Tangan Pengawas NLP berikut Telinga Mata Kepala Pengawas NLP serta segenap Isi Tubuh Pengawas NLP,-
setelah ku ukur panjang x lebar dengan tinggi x lebar x panjang, kudapati hasil yang terukur dan terperinci, Jadi sama dengan pendapatan yang memang tidak layak dan tidak pantas untuk dijadikan Takeran mencapai Akal Pikiran, dikarenakan Akalku belum sampai. sehingga untuk mempunyai sertifikat Ukur dan Sertifikat Hasil dari NLP itu belum ada yang berwenang di Negeri ini. menjadi alasanku untuk melakukan suatu tindakan yang Salah, Salah satunya adalah baru satu yang salah! belum 99 yang salah, sehingga menjadi Tugas bagi yang MERASA 99 BETUL dan BENAR Tahu dan Mengenal serta Mengerti juga Memahami NLP sehingga dapat di MANFAAT kan langsung oleh Orang lain di Negeri dengan SESUNGGUH nya NYATA akan Hasil belajarnya.
aku yang Salah tidak mempunyai Selembar Kertas bergambar dan ditanda tangani dengan Cap Stempel Lembaga kursus NLP Negri luar, yang aku miliki hanya Timbunan pengalaman Hidup dalam ber NLP di Negeri ini.
Dengan ini!!! aku menyatakan dengan sesungguh – sungguhnya akan menerima segala Pemberian Keputusan yang akan diberikan entah kapan???????????????
Kutunggu – tunggu sampai………….

Aguskoro on August 16th, 2008 at 11:18 pm #

saya berani adu, dengan yang katanya sudah ngambil sertifikasi sampe ngamerika.

Aguskoro on August 16th, 2008 at 11:18 pm #

Saya belajar otodidak dan sudah capek tanya kalo di milis milis..pada sok kepinteran dan ga mau berbagi…

Bang Rommy on August 22nd, 2008 at 7:20 pm #

….Ngapain siih….ribut2 heboh soal NLP??….orang NLP udah FINISHEd??…
…wakkakakakakakakakakakakakak….

Koetjloek on August 25th, 2008 at 2:21 pm #

Bang Rommy.bener kalo udah finished, sampeyan ra gelem moco2 tentang NLP. berhubung durung tamat mokone awakmu moco terus. sing ngomong wis finish kuwi wong ngelamun lan uripe nang rumah tonggone bubrah, kui pasti kedadenane.pasti ngucapke koyo kuwi.

John Rambo on August 25th, 2008 at 4:00 pm #

Ada lagi NLP jadi Title. Ck Ck Ck…. ana ana bae……… Skripsinya kapan, Ujiannya kapan…, IPK-nya berapa…..?

koetjloek on August 26th, 2008 at 11:58 pm #

John Rambo. wei aja mengkonon geh, la ngarane nang Indonesia ghitu lho, akeh sing pada ngaku ngatri NLP, apa maning akeh sing dol dolan kertas sertifikat NLP ne doang, la sing diwuruk aken dudu NLP. mbokan ngatri napah. lagi usum ngelomboni

nonohermanu on August 29th, 2008 at 11:43 am #

Bravo..bingung tandanya ingin tahu, ingin tahu tandanya ingin maju,ingin maju tandanya ingin hidup???? bingung nggak?sudah hidup koq ingin hidup tapi nggak hidup-hidup.Bravo Indonesia.Aku Wong bingung

Post a comment
Name: 
Email: 
URL: 
Comments: